Keukeuh Menjadi Nasabah Bank Konvensional

Tak jarang dari kita bahkan dari keluarga dekat kita yang masih belum tersentuh dengan hakikat untuk meninggalkan riba beserta segala fasilitas yang berhubungan dengannya, bahkan tak sedikit dari mereka yang kemudian merasa terganggu sehingga melontarkan kata “jangan sok suci”.

Dari respon seperti itu, tentu banyak hikmah yang bisa kita ambil, bahwa edukasi dan dakwah mengenai hal ini tidak lah mudah dan tidak sama metode yang kita pakai untuk satu individu dengan individu yang lain.

Perbedaan karakter dari saudara muslim kita yang belum menganggap penting permasalahan ini, menjadi tantangan yang cukup besar bagi kita untuk mencari metode yang tepat untuk memahamkan mereka sehingga sedikit demi sedikit bisa terlepas dengan perbankan konvensional yang jelas sekali bertentangan dengan syariat kita.

Mudah-mudahan kita selalu di istiqomahkan dan dimudahkan menyentuh hati saudara-saudara muslim kita sehingga mereka mau berhijrah menjadi nasabah bank syariah yang kini alhamdulillah jumlahnya semakin banyak.

Setidaknya, teruslah ingatkan mereka dengan cara yang baik yang tidak menyinggung perasaan mereka. Teruslah mencari metode yang mampu menyentuh logika dan iman mereka sebagai hamba yang harus menjadikan quran dan sunnah sebagai pedoman keselamatan hidup di dunia dan diakhirat.

Mari berhijrah, من ظلمات الى النور

Advertisements

MODUL PENGANTAR MANAJEMEN

Dewasa ini, ilmu yang satu ini menjadi salah satu ilmu yang paling populer dan oleh karenanya hal ini menjadi salah satu sebab semakin maraknya universitas atau perguruan tinggi yang membuka jurusan pada bidang ini.

hal tersebut salah satunya didorong karena jumlah permintaan organisasi perusahaan akan mahasiswa-mahasiswa dari jurusan manajemen untuk bergabung, bekerja dan berkontribusi di perusahaannya.

untuk mengenal bahasan-bahasan yang dikupas dalam ilmu ini, penulis memiliki modul yang sederhana untuk digunakan oleh para peminat ilmu ini. modul ini penulis ramu dari berbagai sumber, baik online maupun offline.

laman pengunduhan bisa di klik pada link dibawah ini: https://drive.google.com/open?id=1_lHAJRsnmBWA-XzFSAlULql04neYLH-X

Istilah-istilah Penting dalam Perbankan Syariah

pada umumnya, pengetahuan mengenai ilmu perbankan syariah di lingkungan masyarakat kita belum cukup membumi, mengingat karakter masyarakat kita yang memang juga belum begitu antusias dalam membudayakan membaca.

tidak bisa dipungkiri, hal ini juga berimbas kepada tingkat pengetahuan masyarakat kita. berikut ini adalah beberapa istilah penting yang bisa membantu kita dalam memahami ilmu perbankan syariah. mengapa hal ini dianggap penulis sangat penting diketahui? karena penulis sadar bahwa dilapangan, meskipun kita merupakan masyarakat muslim terbesar di dunia, akan tetapi ketika dipaparkan sedikit ilmu mengenai perbankan syariah dan beberapa istilahnya, banyak sekali dari para pendengar yang masih asing dengan istilah-istilah yang dipaparkan.

daftar istilah penting dalam perbankan syariah

  1. Akad Wadiah Wadiah Contract : Perjanjian penitipan dana atau barang dari pemilik kepada penyimpan dana atau barang dengan kewajiban bagi pihak yang menyimpan untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu-waktu.
  2. Akad Mudharabah Mudharaba Contract : Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.
  3. Akad Musyarakah Musharaka Contract : Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing.
  4. Akad Murabahah Murabaha Contract : Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati oleh para pihak, dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan kepada pembeli.
  5. Akad Salam Salam Contract Akad Istishna’ Istishna’ Contract : Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh.
  6. Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan criteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan.
  7. Akad Ijarah Ijara Contract Akad Qardh Qardh Contract Ekuivalen tingkat imbalan/ bagi hasil/fee/bonus : Perjanjian pembiayaan berupa transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik obyek sewa termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan.
  8. Perjanjian pembiayaan berupa transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Indikasi tingkat imbalan dari suatu penanaman dana atau penghimpunan dana bank pelapor.

BEBERAPA HUKUM-HUKUM YANG PENTING DIKETAHUI DALAM IBADAH HAJI

Bagi umat islam, ibadah haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan sekali dalam seumur hidup baik laki-laki maupun perempuan. dan seperti yang telah kita ketahui pula bahwa untuk melaksanakan ibadah ini betul-betul memerlukan perjuangan yang cukup menantang. Bukan hanya perjuangan fisik dan mental akan tetapi juga perjuangan harta karena kita harus betul-betul yakin bahwa harta yang kita gunakan pada ibadah ini harus betul-betul berasal dari sumber yang halal agar ibadah haji kita insya Allah diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, di era ini waktu menunggu ( di titik daerah tertentu mencapai 21 tahun-JaTeng) untuk melakukan ibadah haji reguler termasuk sangat lama mengingat jumlah quota yang terbatas yang disediakan oleh pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. oleh karena itu, adalah sangat bijaksana waktu tunggu yang kita miliki, kita gunakan untuk memperdalam pemahaman dan penguasaan kita terhadap mater-materi pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan tuntunan quran dan hadits bukan amalan-amalan yang cenderung kepada kesyirikan dan bid’ah.

Alhamdulillah, penulis memiliki satu makalah singkat yang bisa pembaca gunakan untuk dijadikan pedoman untuk mencapai hal tersebut diatas, tapi maaf makalah masih dalam berbahasa Arab.

Berikut tautan yang bisa saudara ambil (maaf khusus bagi yang memahami bahasa arab, insya Allah terjemahannya akan penulis garap untuk projek selanjutnya)

https://drive.google.com/open?id=18bpT5RS4qRq5f_leLaFN0OISMoiXaMkF

Manajemen Perbankan Syariah

Berawal dari semakin cepatnya arus informasi saat ini, menjadikan apa yang dahulu sangat sulit kita sentuh menjadi sebaliknya. Hal inilah yang menjadikan semakin “aware”nya masyarakat muslim di dunia khususnya di Indonesia mengenai pentingnya memperbaiki kegiatan ekonomi harian kita dengan sistem syariah yang memang dianjurkan oleh Allah SWT dan telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan bahkan juga telah dipraktekkan oleh para penerusnya di jaman kekhalifahan yang empat sampai kekhalifahan selanjutnya.

Per hari ini, 28 Maret 2019 populasi masyarakatt dunia berada di angka

http://www.worldometers.info/world-population/

Dimana, jumlah total masyarakat muslim dunia saat ini mencapai angka 1,6 Milyar orang (1,598,510,000 Muslims (23%), of which 87-90% are Sunnis, 10-13% Shia)

Di Indonesia sendiri, jumlah masyarakat muslimnya mencapai angka

Berdasarkan sensus BPS, persentase masyarakat muslim di Indonesia adalah 87,18% atau sekitar 207.176.162 jiwa. Bisa kita perkirakan jumlah masyarakat muslim saat ini jika kita asumsikan mengacu pada persentase saat itu, maka jumlah masyarakat muslim saat ini adalah 87.18% x 268,805,147 adalah sekitar 234.344.327 jiwa.

Dapat kita bayangkan bahwa jumlah permintaan masyarakat Indonesia akan adanya bank syariah sangat tinggi sekali, apalagi sekarang masyarakat kita sedang berada di zaman teknologi informasi yang sangat cepat sehingga hal ini mempercepat arus dakwah melalui media internet menjadi sangat cepat juga.

Dengan demikian, pernyataan mengenai jumlah permintaan akan jasa pelayanan perbankan syariah bukanlah pernyataan yang tidak berdasar.

Hal yang paling viral yang menjadi penyebab semakin meningkatnya permintaan jasa perbankan syariah adalah mengenai riba karena sebagai muslim, riba termasuk salah satu dosa terbesar

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ

Telah menceritakan pada kami Abdullah bin Sa’ad, telah menceritakan kepada kami Andullah bib Idris dari Abi Ma’syar dari Sa’id al-Maqburi dari Abi Hurairah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Riba itu terdiri dari 70 dosa, yang paling ringan adalah seseorang menzinahi ibunya.” (HR Ibnu Majah: 2265)

Lebih jelas lagi, Allah SWT telah menerangkan didalam surat al baqarah:275

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”